Jumat, 18 Maret 2011

Kompetensi Sarjana (S-1) Dalam Bidang IT

Di zaman modern saat ini, angka persaingan dalam mencari peluang /lowongan kerja sangatlah tinggi. Oleh karena itu, para sarjana harus sudah membekali dirinya masing-masing dengan ilmu pengetahuan yang mantab dan juga keahlian di bidang masing-masing secara professional, khususnya para Sarjanawan dan Sarjanawati dari bidang IT. Pengelompokan jenis pekerjaan bergantung kepada acuan yang digunakan. Akan tetapi ada hal yang sama. Salah satu cara untuk melihat lapangan pekerjaan di bidang TI adalah dengan menanyakan kepada industri TI atau mengambil data-data dari lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

Menurut Prayitno (BKN, 2003:11), standar kompetensi mencakup tiga hal, yaitu KSA :

• Pengetahuan (Knowledge), yaitu fakta dan angka dibalik aspek teknis.

• Keterampilan (Skills), yaitu kemampuan untuk menunjukan tugas pada tingkat criteria yang dapat diterima secara terus menerus dengan kegiatan yang paling sedikit.

• Sikap (Attitude), yaitu yang ditunjukan kepada pelanggan dan orang lain bahwa yang bersangkutan mampu berada dalam lingkungan kerjanya.

Ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang lulusan Sarjana IT, antara lain:

A. Network Administration

Tugas sehari-hari sang administrator, antara lain memberi dukungan administratif pada pengguna software dan memelihara perangkat keras maupun lunak untuk jaringan, menganalisa masalah, dan memantau kerja jaringan agar selalu tersedia bagi pengguna sistem. Kompetensi yang harus dimiliki:

Ø Basic Hardware Networking.

Ø Basic IP dan Subnetting.

Ø Technology Switching dan Routing.

Ø Technology Server.

Ø Pengelolaan Network Security.

Ø Monitor dan Administrasi Network Security.

Ø Backup.

B. Network Designer

Tugas sehari-hari seorang Designer, antara lain mendesain jaringan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mengawasi dan mengembangkan jaringan skala besar, menganalisa jaringan apabila terjadi kerusakan. Kompetensi yang harus dimiliki:

Ø Basic Software Networking.

Ø Mahir dalam HTML dan CSS.

Ø Memahami FLEX, PHP, dan bahasa database.

C. Network Programmer

Tugas sang Programmer adalah membuat program yang ada dalam jaringan itu sendiri. Kompetensi yang harus dimiliki:

Ø Basic Software Networking.

Ø Mengerti bahasa pemrograman jaringan.

Ø Mampu memprogram suatu jaringan yang telah di desain oleh network designer.

D. DataBase Administrator

Tugas sehari-hari sang DB Administrator, antara lain Memonitoring dan melakukan pengolahan administrator sebuah database. Kompetensi yang harus dimiliki:

Ø Menghubungkan perangkat keras.

Ø Melakukan instalasi Microsoft Windows.

Ø Melakukan instalasi Linux.

Ø Pasang dan konfigurasi mail server.

Ø Paham FTP server dan Web server.

Ø Memahami Routing.

E. DataBase Designer

Tugas utama sang DB Designer yaitu merancang dan membuat query SQL yang dibutuhkan programmer. Kompetensi yang harus dimiliki:

Ø Memahami feature Prado SQL MAP.

Ø memudahkan programmer dalam menampilkan data yang diinginkan.

F. Help Desk (Operator)

Kompetensi yang harus dimiliki operator Help Desk, antara lain:

Ø Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows.

Ø Mengerti aplikasi Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.

G. Technical Support

Kompetensi yang harus dimiliki para Technical Support, antara lain:

Ø Menghubungkan perangkat keras.

Ø Melakukan instalasi Microsoft Windows.

Ø Melakukan instalasi Linux.

Ø Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya.

Ø Pasang dan konfigurasi Mail server, FTP server, Web server.

Senin, 14 Maret 2011

Responsibilities some MANAGERS

MANAGER’S RESPONSIBILITIES

a. CEO (Chief Executive Officer)

The responsibility of the CEO is to align the company, internally and externally, with strategic vision. The core duty of a CEO is to facilitate business outside of the company while guiding employees and other executive officers towards a central objective. A CEO must have a balance of internal and external initiatives to build a sustainable company.

b. Financial Manager

is a corporate officer primarily responsible for managing the financial risks of the corporation. This officer is also responsible for financial planning and record-keeping, as well as financial reporting to higher management. In some sectors the Financial Manager is also responsible for analysis of data. The Financial Manager typically reports to the chief executive officer and to the board of directors, and may additionally sit on the board.

c. R & D Manager

R&D management can be defined as where the tasks of innovation management are creating and commercializing inventions, meet the tasks of technology management. It covers activities such as basic research, fundamental research, technology development, advanced development, concept development, new product development, process development, prototyping, technology transfer, etc

d. Sales Manager

Sales manager is person who make attainment of an organization's sales goals in an effective & efficient manner through planning, staffing, training, leading & controlling organizational resources. Revenue, sales, and sources of funds fuel organizations and the management of that process is the most important function.

e. Production Manager

Production manager is an organizational lifecycle function within a company dealing with the planning or forecasting or marketing of a product or products at all stages of the product lifecycle.

f. Human Resources Manager

The Human Resources Manager (HRM) function includes a variety of activities, and key among them is deciding the staffing needs of an organization and whether to use independent contractors or hire employees to fill these needs, recruiting and training the best employees, ensuring they are high performers, dealing with performance issues, and ensuring your personnel and management practices conform to various regulations. Activities also include managing your approach to employee benefits and compensation, employee records and personnel policies.

g. Marketing Manager

Marketing managers are often responsible for influencing the level, timing, and composition of customer demand accepted definition of the term. In part, this is because the role of a marketing manager can vary significantly based on a business' size, corporate culture, and industry context.

h. Training Manager

Training managers conduct and supervise training and development programs for employees. Increasingly, management recognizes that training offers a way of developing skills, enhancing productivity and quality of work, and building loyalty to the firm.

ETIKA PROFESI : Tugas II

1. Apa yang dimaksud dengan pekerjaan, profesi, dan professional..?

Pekerjaan suatu aktifitas yang tidak bergantung pada keahlian tertentu dan bersifat abstrak, yakni kegiatan untuk menyelesaikan suatu tugas agar mendapatkan sesuatu yang biasanya berupa materi. Contoh : Operator, penjaga warnet, tukang ketik di rental, kasir loket pembayaran, dll.


Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan skill khusus dari individu tersebut. Contoh profesi itu seperti atlet, pengrajin, pelukis, penyanyi,

Profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga bisa disebut “profesional” dalam bidangnya walaupun bukan merupakan anggota sebuah organisasi yang didirikan dengan sah.


2. Apa yang dimaksud “Proses Proposional” dalam mengukur sebuah profesionalisme..?

Proses profesional atau profesionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status profesional.


3. Standar professional dapat diketahui dengan empat persepektif pendekatan, sebutkan dan jelaskan keempat perspektif pendekatan tersebut..!!

Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih dahulu standar profesional. Secara teoritis menurut Gilley dan Enggland (1989), standar profesional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu:

a. Pendekatan Berorientasi Filosofis.

b. Pendekatan Perkembangan Bertahap.

c. Pendekatan Berorientasi Karakteristik.

d. Pendekatan Berorientasi Non-Tradisional.

A. PENDEKATAN ORIENTASI FILOSOFI

Pendekatan orientasi filosofi ini melihat tiga hal pokok yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat profesionalisme sebagai berikut:

a. Pendekatan Lambang Profesional

Lambang profesional yang dimaksud antara lain seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi. Sertifikasi merupakan lambang bagi individu yang profesional dalam bidang tertentu. Misalnya, seseorang yang ahli dalam menjalankan suatu program komputer tertentu berhasil melalui ujian lembaga sertifikasi tersebut sehingga akan mendapatkan sertifikat berstandard internasional. Adapun lisensi dan akreditasi merupakan lambang profesional untuk produk ataupuun institusi. Sebagai contoh, lembaga pendidikan yang telah dianggap profesional oleh umum adalah lembaga pendidikan yang telah memiliki status terakreditasi, dan lain-lain. Akan tetapi, penggunaan lambang ini kurang diminati karena berkaitan dengan aturan-aturan formal.

b. Pendekatan Sikap Individu

Pendekatan ini melihat bahwa layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya. Sikap individu tersebut antara lain adalah kebebasan personal, pelayanan umum, pengembangan sikap individual dan aturan-aturan yang bersifat pribadi. Orang akan melihat bahwa individu yang profesional adalh individu yang memberikan layanan yang memuaskan dan bermanfaat bagi pengguna jasa profesi tersebut.

c. Pendekatan Electic

Pendekatan ini meihat bahwa proses profesional dianggap sebagai kesatuan dari kemampuan, hasil kesepakatan dan standar tertentu. Hal ini berarti bahwa pandangan individu tidak akan lebih baik dari pandangan kolektif yang disepakati bersama. Pendekatan electic ini merupakan pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem, dan pemikiran akademis. Dengan kesatuan item-item tersebut di atas, masyarakat akan melihat kualitas profesionalisme yang dimiliki oleh seseorang individu ataupun yang mewakili institusi.

B. PENDEKATAN PERKEMBANGAN BERTAHAP

Di bagian depan telah dijelaskan bahwa proses profesionalisme adalah proses evolusi yang menggunakan pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi kearah status profesional. Orientasi perkembangan menekankan pada enam langkah dalam proses berikut:

a. Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.

b. Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan latar belakang akademis para pelaku profesi tersebut.

c. Setelah individu-individu yang memiliki minat yang sama berkumpul, selanjutnya para praktisi akan terorganisasi secara formla pada suatu lembagayang diakui oleh pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.

d. Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman atau kualifikasi tertentu. Hal ini sesuai dengan hakikat sebuah profesi, yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan atau ketrampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang yang terlebih dahulu menguasai ketrampilan tersebut.

e. Menentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam mmenjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota profesi yang bersangkutan.

f. Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan. Hal ini berkembang sesuai tuntutan tingkat pelayanan yang diberikan kepada para pengguana jasa profesi tersebut.

C. PENDEKATAN BERORIENTASI KARAKTERISTIK

Orientasi ini melihat bahwa proses profesional juga dapat ditinjau dari karrakteristik profesi/pekerjaan. Ada delapan karakteristik pengembangan proses profesional yang saling terkait, yaitu:

a. Kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan sebuah profesi

b. Pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi.

c. Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.

d. Tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi.

e. Sertifikasi keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambang profesional.

f. Proses tertentu sebelum memangku profesiuntuk bisa memikul tugas dan tanggung jawab dengan baik. Proses tersebut misalnya adalah riwayat pekerjaan, pendidikan atau ujian yang dilakukan sebelum memangku sebuah profesi.

g. Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide diantara anggota.

h. Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malapraktik dan pelanggaran kode etik profesi.

D. PENDEKATAN ORIENTASI NON-TRADISIONAL

Pendekatan orientasi non-tradisional menyatakan bahwa seseorang dengan bidang tertentu diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik yang unik dan kebutuhan sebuah profesi. Orientasi ini memandang perlunya dilakukan identifikasi elemen-elemen penting untuk sebuah profesi, misalnya standarisasi profesi untuk menguji kelayakannya dengan kebutuhan lapangan, sertifikasi profesional, dan sebagainya.

Rabu, 26 Januari 2011

Inilah Masjidil Harom n Ka'bah Dahulu dan yang akan Datang

Gemerlap dan mencolok. Begitulah penggambaran New York Times tentang kota suci umat Islam, Mekkah. Harian itu menggambarkan Mekkah sebagai bentuk karya elegan peradaban modern yang ditandai dengan sundulan gedung-gedung pencakar langit dan menara jam Makkah yang sangat tinggi. Itu belum termasuk bangunan pusat perbelanjaan mewah ataupun hotel kelas wahid.

Menurut NY Times, penghancuran bangunan peninggalan Ottoman abad ke 18 memang sangat sebanding dengan bangunan terkini meski hal penghancuran itu seharusnya tidak dilakukan. "Ini merupakan bentuk komersialisasi rumah Allah, " papar Sami Angawi, arsitek Saudi yang tengah mengarap riset tentang isu haji.

"Bayangkan saja, bangunan yang berada dekat masjid berdiri apartemen mewah yang disewakan pada pihak swasta selama 25 tahun. Jadi, jika anda ingin melihat pemandangan masjidil Haram maka anda harus membayar tiga kali lipat," katanya seperti dikutip dari NY Times, pekan lalu.

Dalam tulisanya, NY Times juga mengkritik pemerintah Arab Saudi yang dinilai mengabaikan akomodasi pertumbuhan penduduk Mekkah dengan membuat bangunan-bangunan yang justru membuat sempit ruang gerak para calon jamaah haji. "Dari pandangan arsitek, dan pejabat pemerintah, motif dari pembangunan kota Mekkah adalah uang. Buah keinginan untuk mengeruk keuntungan dari kota yang sangat disucikan," kritik NY Times.

Surat kabar itu juga menambahkan ekploitasi secara berlebihan kota Makkah dapat mengancam keberadaan peninggalan Nabi Muhammad SAW. Mentalitas itu yang dinilai NY Times membagi kota suci Mekkah. "Sepanjang pengamatan dapat terlihat bangunan mewah dan ekslusif mengelilingi masjid suci dan membuat kaum miskin kian terpinggirkan," tulis NY TImes.

NY Time mengakui pembangunan kota Mekkah jauh melebih kota besar negara-negara barat seperti New York. Proyek-proyek pembangunan yang ada tidak pernah dibuat sebelumnya, sebuah karya orisinil dari ahlinya.

Tengok saja gaya arsitektur kota tenda karya Frei Otto yang dibuat tahun 1970-an. Bangunan-bangunan ini terdiri dari struktur ringan dapat dilipat. Karya Otto terinspirasi dari tradisi suku nomaden Badui. Bangunan ini dibuat untuk menampung jamaah haji tanpa merusak ekologi halus bukit yang mengelilingi kota tua. Karya itu bukanlah satu-satunya.

Karya luar biasa juga tercermin dalam pembangunan terminal haji di Skidmore, Owings & Merrill, Bandara Internasional King Abdul Aziz. Bangunan terminal begitu menyentuh tradisi lokal dan kearifan lingkungan tanpa menghilangkan sisi modernitasnya



Makkah Masjidil Haram Masa lalu




Makkah Masjidil Haram Sekarang


Makkah Masjidil Haram Masa depan


Semoga..,,, budaya dan kultur dari zaman Rosulullah tidak ada yang hilang dan terus n tetap terjaga hingga waktu kiamat kan datang...

by n edited: Danish56 + Maula88

Kamis, 13 Januari 2011

Cara Pengolahan dan Penanggulangan Sampah Di Kota Besar

Sampah merupakan material sisa yang tidak diharapkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit.

Sampah yang dibuang di jalan dapat menghambat saluran air yang akhirnya membuat air terkurung dan tidak bergerak, menjadi tempat berkubang bagi nyamuk penyebab malaria. Sampah yang menyumbat saluran air atau got dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, air dalam got yang tadinya dibuang keluar oleh setiap rumah akan kembali masuk ke dalam rumah sehingga semua kuman, kotoran dan bibit penyakit masuk lagi ke dalam rumah.

Jenis-jenis sampah :

  • Sampah alam
  • Sampah manusia
  • Sampah konsumsi
  • Sampah nuklir
  • Sampah industri
  • Sampah pertambangan

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbulan sampah memerlukan pengelolaan. Pengelolaan sampah yang tidak mempergunakan metode dan teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan selain akan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan juga akan sangat mengganggu kelestarian fungsi lingkungan baik lingkungam pemukiman, hutan, persawahan, sungai dan lautan.

Akibat Sampah yang Bertumpuk

Sampah perkotaan adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organic dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan, yang timbul di kota. Lingkungan menjadi terlihat kumuh, kotor dan jorok yang menjadi tempat berkembangnya organisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia, merupakan sarang lalat, tikus dan hewan liar lainnya. Dengan demikian sampah berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit.

Sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan. Air yang dikeluarkan (lindi) juga dapat menimbulkan pencemaran sumur, sungai maupun air tanah. Sampah yang tercecer tidak pada tempatnya dapat menyumbat saluran drainase sehingga dapat menimbulkan bahaya banjir. Pengumpulan sampah dalam jumlah besar memerlukan tempat yang luas, tertutup dan jauh dari pemukiman.

Cara Menanggulangi Sampah

"Reduce it" (Kurangilah.!!)
Coba cara-cara ini :
1. Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja.
2. Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis.
3. Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama

"Re-use" (Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!)
Coba cara-cara ini :
1. Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah.
2. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus.
3. Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.

"Recycle" (Daur Ulang Sampah!)
Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus.

Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini :
1. Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang.
2. Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang.
3. Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.


Kesimpulan

Dengan diberlakukannya UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah maka diperlukan model pengelolaan sampah yang baik dan tepat untuk dikembangkan di perkotaan dan perdesaan sehingga kualitas kesehatan, kualitas lingkungan dapat ditingkatkan serta sampah dapat menjadi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Model hendaknya melibatkan berbagai komponen pemangku kepentingan dan memperhatikan karakteristik sampah, karakteristik perkotaan atau perdesaan serta keberadaan sosial-budaya masyarakat setempat.

Sumber:

Jadi, ingat kawan-kawan semua... kita harus menjaga kebersihan karena ia adalah sebagian dari iman... ^_^ "Annadzoofatu mina-l-iimaan"..

Beda Perkataan Yang Mempunyai Makna Tersendiri

Dari judulnya saja sudah pusing mengartikannya tapi coba saja simak cerita dari saya ini. Begini kisahnya pada zaman dahulu kala ya….zamannya dah modern sedikt sih ada sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan cinta sekitar 4 tahun 8 bulan.

Sebut saja pasangan tersebut Mara dan Dwi, Pada suatu hari sang Juliet (Dewi) mengajak sang Romeo (Mara) untuk makan bersama di sebuah restoran tenda biru di dekat Pocon ceritanya (makan siang) setelah selesai makan mereka asyik berbincang-bincang membahas kegiatan kuliah dan tugas akhir. Sekian lama berbincang tetang kuliah dab tugas akhir Sang Juliet bertanya kepada Romeo berikut cuplikan nya :

Juliet : Apakah aku cantik?

Romeo : Tidak

Juliet : Apakah kamu berharap untuk hidup denganku selamanya?

Romeo : Tidak

Juliet : Apakah kamu akan menangis jika aku meninggalkanmu selamanya?

Romeo : Kurasa Tidak

Sang Juliet mulai menitikan air mata dengan jawaban dari Romeonya, beberapa detik kemudian

Romeo berkata :

“ kamu tidak cantik tapi indah”

“Aku tak mau sekedar hidup dengan mu, tapi aku hidup untuk mu”

“Jika kamu meninggalkan ku aku tak akan menangis, tapi aku akan mati”

Sang Juliet Begitu kaget dan bergembira setelah mendengar ucapan Romeo yang mempunyai makna.

Nah gimana ceritanya sudah mengerti judul pada postingannya, setelah membaca jangan lupa untuk meninggalkan jejak ok. Jika ada kesamaan Nama dan tempat itu tidak di sengaja mohon di maafkan namanya juga manusia.


Read: ArifUst

Senin, 06 Desember 2010

MANAJEMEN PROYEK & RESIKO (Tulisan)

(REVIEW)
Sebelum kita mengetahui apa pengertian dari manajemen proyek ,terlebih kita mengetahui pengertian dari proyek, dan pengertian manajemen itu sendiri. Karna menurut sumber yang saya baca manajemen proyek terdiri dari dua kata yaitu proyek dan manajemen.

A. Pengertian Proyek
Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengkoordinasikan segala sesuatunya dengan menggunakan perpaduan sumber daya manusia ,teknik, administratif, dan keuangan, untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan jelas dengan jangka waktu tertentu.

Proyek pun memiliki karakteristik, yaitu sebagai berikut:
- mempunyai tujuan yang jelas, menuju atau membuat prubahan,atau pun produk baru,
- semua kegiatannya di batasi waktu yang telah ditentukan, sifatnya sementara, dan diketahui kapan waktu mulai dan berakhirnya suatu proyek.
- pengerjaanya di batasi oleh waktu,biaya,atau budget, dan juga kualitas
- biasanya tidak berulang-ulang
- memerlukan struktur organisasi temporari

Contoh proyek :
- pembuatan rumah
- pembuatan jalan raya
- pembuatan iklan perusahaan
- pembentukan tim evaluasi lokasi baru perusahaan
- pembuatan prototipe produk baru
- pembuatan perangkat lunak
- pemasangan jaringan wi-fi
- dll.

Ciri – Ciri suatu Proyek adalah mempunyai karakteristik yang sama seperti pada pengertiannya yaitu mempunyai tujuan dan sasaran kerja yang kuat. Periode, finansial, tenaga manusia serta alat – alat yang di gunakan terbatas. Sehingga membutuhkan pengelolaan yang berbeda dari yang sudah pernah dilakukan.

Ada alasan yang menjadi tujuan utama dalam pemilihan manajemen proyek :
· Tingkat kesulitan dalam tugas-tugas yang di berikan meningkat, sehingga di perlukan ketelitian.
· Cepatnya perkembangan teori maupun praktek.
· Risiko-risiko dan biaya-biaya proyek di masa datang dapat turun.
· Biaya meningkat, lamanya bisa dipakai suatu barang menurun dan hilangnya nilai suatu barang.

B. Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan sebuah proses untuk mencapai tujuan bersama dengan menggunakan empat fungsi utama, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling yang didasari pada sumber daya yang dimiliki.
Jadi Manajemen Proyek adalah suatau perencanaan yang terstruktur dengan ketentuan – ketentuan tertentu,untuk mencapai suatu tujuan yang jelas,dan dalam waktu yang telah ditentukan.

Metode manajemen proyek memungkinkan kita untuk lebih berfokus pada prioritas, mengawasi 'performance' mengatasi masalah dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan. Demikian pula metode ini memberikan kepada kita lebih banyak kontrol dan menyediakan berbagai 'tools and techniques' yang telah teruji untuk membantu seorang manager proyek dalam memimpin tim-tim proyek guna mencapai sasarannya sesuai waktu dan anggaran yang telah ditentukan.


C. Pengertian Resiko
Apa itu Resiko??? Resiko atau risk, memiliki berbagai pengertian. Risiko bisa dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang mengancam benda atau seseorang dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.

Contoh Resiko dari beberapa definisi lain yang di kemukakan oleh Vaughan (1978) adalah :

- Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu.

Risiko dapat muncul pada pelayanan, kinerja, dan reputasi dari institusi yang bersangkutan. Risiko yang terjadi dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain factor kejadian alam, operasional, manusia, politik, teknologi, keuangan, hukum, dan manajemen dari organisasi.

Munculnya Resiko itu terjadi dari faktor yang merugikan dan dapat berasal dari risiko lainnya, serta disebabkan oleh berbagai faktor. Resiko diyakini tidak dapat dihindari tetapi Resiko dapat dikurangi dan bahkan dihilangkan melalui manajemen risiko. Peran dari manajemen risiko inilah yang diharapkan dapat mengantisipasi lingkungan cepat berubah.

sumber:
• http://www.docstoc.com ; Ryan Serodja ; Aby Irawan
• http://www.google.co.id ; Discover Fantastic